Menurut Opta Stats, selisih gol Van Persie dan Rooney han
ya tiga gol, sementara jumlah rata-rata menit tendangan ke arah gawang nyaris sama persis, 23,56 menit untuk setiap satu tendangan.
Hebatnya, akurasi tendangan kedua pemain sama persis, 58 persen. Hanya prosentase kemampuan pemain mengkonversi kesempatan sedikit berbeda, dengan Rooney sedikit lebih baik dari Van Persie, 23 persen berbanding 21 persen.
Hebatnya, akurasi tendangan kedua pemain sama persis, 58 persen. Hanya prosentase kemampuan pemain mengkonversi kesempatan sedikit berbeda, dengan Rooney sedikit lebih baik dari Van Persie, 23 persen berbanding 21 persen.
Kembali melihat Opta Stats, Van Persie dikenal andal dalam melakukan eksekusi dengan kaki kiri. Prosentasenya mencapai 56,67 persen. Jika dibandingkan dengan kaki kanannya (40 perse
n) jelas berbeda. Kepala Van Persie juga tak begitu tajam, di mana hanya 3,33 persen gol berhasil disarankan lewat sundulan.
Rooney adalah sisi sebaliknya dari Van Persie. Kaki kanannya adalah kartu asnya. 70,37 persen dari 27 golnya di musim lalu adalah berasal dari kaki kanannya, disusul kepala (18,52 persen) dan kaki kiri sebesar 11,11 persen.
Jika dilihat dari kemampuan mengkonversi peluang menurut daerah, Van Persie bisa dikatakan sebagai predator di kotak 12 pas. 93,33 persen golnya di musim lalu dicetak di dalam kotak penalti.
Rooney sebetulnya juga andal di dalam kotak 12 pas, tapi penyerang gempal United itu juga ciamik di luar kotak penalti dengan prosentase kesuksesannya mengkonversi peluang mencapai 18,52 persen.
Dengan perbedaan karakter dan kemampuan tersebut, United bisa dikatakan sangat beruntung memiliki dua pemain tersebut, di mana keduanya sangat mungkin untuk saling melengkapi satu sama lain.
Rooney adalah sisi sebaliknya dari Van Persie. Kaki kanannya adalah kartu asnya. 70,37 persen dari 27 golnya di musim lalu adalah berasal dari kaki kanannya, disusul kepala (18,52 persen) dan kaki kiri sebesar 11,11 persen.
Jika dilihat dari kemampuan mengkonversi peluang menurut daerah, Van Persie bisa dikatakan sebagai predator di kotak 12 pas. 93,33 persen golnya di musim lalu dicetak di dalam kotak penalti.
Rooney sebetulnya juga andal di dalam kotak 12 pas, tapi penyerang gempal United itu juga ciamik di luar kotak penalti dengan prosentase kesuksesannya mengkonversi peluang mencapai 18,52 persen.
Dengan perbedaan karakter dan kemampuan tersebut, United bisa dikatakan sangat beruntung memiliki dua pemain tersebut, di mana keduanya sangat mungkin untuk saling melengkapi satu sama lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar